<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" ><generator uri="https://jekyllrb.com/" version="3.10.0">Jekyll</generator><link href="https://blog.nadeko.moe/feed.xml" rel="self" type="application/atom+xml" /><link href="https://blog.nadeko.moe/" rel="alternate" type="text/html" /><updated>2026-04-16T09:37:09+00:00</updated><id>https://blog.nadeko.moe/feed.xml</id><title type="html">Nicholas’s Journal Pribadi</title><subtitle>Seorang Filsuf Yang cinta akan kebijaksanaan</subtitle><entry><title type="html">Penjelasan singkat 2. mengenai skill</title><link href="https://blog.nadeko.moe/Skill/" rel="alternate" type="text/html" title="Penjelasan singkat 2. mengenai skill" /><published>2026-04-01T00:00:00+00:00</published><updated>2026-04-01T00:00:00+00:00</updated><id>https://blog.nadeko.moe/Skill</id><content type="html" xml:base="https://blog.nadeko.moe/Skill/"><![CDATA[<p>Aku akan menjelaskan tentang apa itu skill, dari bahasa yang mudah dipahami manusia sampai ke argumen<!-- more --></p>

<h2 id="21-apa-itu-skill-mendasar">2.1. Apa itu Skill (Mendasar)</h2>

<p>Skill adalah kemampuan atau keahlian untuk melakukan suatu pekerjaan atau tugas dengan efektif, yang diperoleh melalui proses belajar, latihan, dan pengalaman. Skill mencakup penggunaan akal, ide, dan kreativitas untuk menghasilkan nilai, baik teknis (hard skill) maupun interpersonal (soft skill).</p>

<h3 id="211-jenis-skill">2.1.1. Jenis Skill</h3>

<p>Secara umum, skill dibagi menjadi dua jenis utama yang saling melengkapi dalam dunia kerja:</p>

<ol>
  <li>Hard Skill (Keterampilan Teknis): Kemampuan spesifik yang dapat diukur dan dipelajari, biasanya melalui pendidikan formal atau sertifikasi.
    <ul>
      <li>Contoh :<code class="language-plaintext highlighter-rouge">Pemrograman, desain grafis, kemampuan bahasa asing, copywriting, dan manajemen data.</code></li>
    </ul>
  </li>
  <li>Soft Skill (Keterampilan Interpersonal/Non-teknis)
 Atribut pribadi dan kecerdasan emosional yang mempengaruhi cara seseorang berinteraksi dan bekerja sama dengan orang lain.
    <ul>
      <li>Contoh :<code class="language-plaintext highlighter-rouge">Komunikasi, kerja sama tim, kepemimpinan, pemecahan masalah (problem solving), dan manajemen waktu. </code></li>
    </ul>
  </li>
</ol>

<ul>
  <li>Skill sangat penting untuk meningkatkan produktivitas, daya saing di dunia kerja, serta membantu individu berkembang baik dalam karier maupun kehidupan sehari-hari.</li>
</ul>

<h3 id="212-argumen-tinggi">2.1.2. Argumen Tinggi</h3>

<p>Nah sekarang kita bahas argumen nya dan saya jelaskan agar mudah dimengerti manusia dalam bentuk tulisan</p>

<ul>
  <li>
    <p>Skill itu dalam bahasa dasarnya adalah <code class="language-plaintext highlighter-rouge">Kemampuan</code> Secara Pandangan Setiap mahluk hidup Tidak ada kemampuan alami, ketika mereka lahir kedunia ini semesta ini dimensi ini tidak ada bawaan kemampuan/skill, terus skill didapat darimana?, skill didapat dari pengetahuan dan keingintahuan mahluk hidup baik hewan maupun manusia dan skill itu mulai ada ketika seorang anak mahluk hidup hewan maupun manusia melihat sesuatu yang membuat dia tertarik dan ingin melalukannya skill bisa ada dengan bimbingan pengaruh orang tua atau untuk hewan (induk hewan) Dan pengaruh lingkungan dan agama(untuk manusia)</p>
  </li>
  <li>
    <p>Saya ingin menjelaskan bahwa Skill yang di gunakan hanya untuk satu kemampuan dapat diguanakan untuk skill lain dengan sedikit tambahan pengetahuan jadi kamu tidak perlu menjadi cleaning services kalau kamu bisa nyapu dan beberes dirumah pada Dasarnya skill tambahan di pekerjaan zaman modern dunia ini terutama pada negara tertentu pasti menyertakan skill tambahan sebenarnya menurut saya itu tidak berguna jika kamu bekerja cleaning services karna kamu sudah bisa menyapu jadi untuk skill lain tidak dibutuhkan sebenarnya butuh cuma kamu tidak perlu melakukannya karna manusia memproses kemampuan dia sendiri tergantung keingintahuan itu akan otomatis ada misalnya skill harus baik disiplin kamu tidak harus melakukannya Karna itu otomatis ada dalam dirimu jika kamu mau melakukannya, skill itu tidak harus kamu benar benar melalukanya pada awalnya manusia memang tidak bisa melalukan apapun tanpa rasa ingin tau.</p>
  </li>
</ul>

<h2 id="213-skill-pekerjaan">2.1.3. Skill? Pekerjaan?</h2>

<p>Pernah melamar kerja? pernah di tanyain misalnya skill apa atau kamu pernah membaca lowongan pekerjaan yang menautkan skill?</p>

<ol>
  <li>Sebenarnya ini menurut saya ini sedikit krusial kenapa? karna memamg dasarnya manusia maupun hewan mahkuk hidup tidak punya skill alami, bayi bisa jalan interaksi karna lingkungan dan bimbingan orang tua dan keingintahuan mereka itu juga disebut skill Karna kita mampu berpikir dan berjalan dengan kaki beserta interkasi itu merupakan skill kita bisa menggunakan teknologi itu skill kita bisa naik kendaraan itu skill apapun yang kita lakukan sebenarnya adalah skill tidur pun juga skill makan juga skill karna kita tau bahwa kita perlu makan cara makan gimana itu skill tidur pun begitu itu semua diturunkan oleh beberapa generasi dan melekat pada DNA kita menjadi sebuah hal biasa.</li>
</ol>

<h3 id="214-mudah-didapat">2.1.4. Mudah didapat?</h3>

<p>Ya skill mudah didapat asalkan kamu bisa merilisnya contoh :Kamu menonton di internet cara mengendarai excavator atau melihat sendiri langsung di cabin nya kamu melihat cara nya mengendalikanya kamu tau nah, kamu tinggal merilisnya, nah rilis nya gimana ya kamu harus punya excavator sendiri atau pinjam dengan begitu kamu mencoba keingintahuan dasar yang di dapat dari sebuah contoh masalahnya di jaman modern sekarang melakukan itu syulit karna ga mungkin kamu tiba tiba di pinjamin excavator. harus masuk sekolah khusus dan biaya dan belajar materi segala macam cuma untuk excavator lagi pula niatnya cuna mengendarai excavator, ya maka ubah ke skill lain, tapi kamu tetap mendapatkan skill itu dengan menonton tanpa disadari.</p>

<h3 id="215-jadi-sebenarnya-skill-itu-ada-diantara-kita-dan-melimpah-tanpa-kamu-melalukan-terus-dan-tidak-kalian-sadari">2.1.5. Jadi Sebenarnya Skill itu ada Diantara kita Dan melimpah tanpa kamu melalukan terus dan tidak kalian sadari</h3>

<p>Jadi Jika saya melamar kerja di dunia modern dan ditanyakan skill, itu justru membuat saya bingung dan ingin balik nanya justru skill saat seseorang mewawancarai saya, itu justru keren karna bisa mempengaruhi seseorang, skill saya yaitu tidak berexpresi berargumen berpikir mendalam tapi dengan fikiran saya sendiri ilmu saya sendiri.</p>]]></content><author><name>Nicholas</name></author><category term="biology" /><category term="filsuf" /><summary type="html"><![CDATA[Aku akan menjelaskan tentang apa itu skill, dari bahasa yang mudah dipahami manusia sampai ke argumen]]></summary></entry><entry><title type="html">Catatan Pembelajaran tentang Filsuf</title><link href="https://blog.nadeko.moe/filsufbab1/" rel="alternate" type="text/html" title="Catatan Pembelajaran tentang Filsuf" /><published>2025-12-29T00:00:00+00:00</published><updated>2025-12-29T00:00:00+00:00</updated><id>https://blog.nadeko.moe/filsufbab1</id><content type="html" xml:base="https://blog.nadeko.moe/filsufbab1/"><![CDATA[<p>Bab 1 ini dimulai dengan memperkenalkan Filosofi dan makna yang terjadi di alam semesta dan universe lain dapat berlaku<!-- more --></p>

<h2 id="11-argumentasi-dasar">1.1. Argumentasi Dasar</h2>

<p>Apa itu filsuf?：Filsuf merupakan ahli pikir atau orang yang secara aktif berpikir kritis, mendalam, dan radikal (sampai ke akar) untuk menjawab pertanyaan mendasar tentang kehidupan, realitas, moral, dan pengetahuan. lalu apa yang harus saya cari? ialah kebijaksanaan (philosophia) dengan refleksi rasional, sering kali meragukan pandangan umum untuk menemukan kebenaran sejati keingintauan terkadang dianggap tidak rasional di pandangan orang awan dan umum.</p>

<h3 id="111-ciri-dan-peran-filsuf">1.1.1. Ciri² dan Peran Filsuf</h3>

<ol>
  <li>Berpikir Kritis &amp; Sistematis
    <ul>
      <li><code class="language-plaintext highlighter-rouge">Menggunakan logika dan rasionalitas untuk menganalisis masalah kompleks, bukan sekadar opini.</code></li>
    </ul>
  </li>
  <li>Pencinta Kebijaksanaan
    <ul>
      <li><code class="language-plaintext highlighter-rouge">Memiliki rasa ingin tahu mendalam dan hasrat untuk memahami hakikat segala sesuatu.</code></li>
    </ul>
  </li>
  <li>Reflektif
    <ul>
      <li><code class="language-plaintext highlighter-rouge">Mampu merenungkan pengalaman dan memahami diri sendiri untuk mendapatkan pandangan yang bijak.</code></li>
    </ul>
  </li>
  <li>Penyedia Panduan Etis
    <ul>
      <li><code class="language-plaintext highlighter-rouge">Mengembangkan teori untuk menjawab tantangan etika dan kehidupan sehari-hari.</code></li>
    </ul>
  </li>
  <li>Objektif
    <ul>
      <li><code class="language-plaintext highlighter-rouge">Berusaha melepaskan diri dari prasangka atau pandangan pendahulu demi kebenaran. </code></li>
    </ul>
  </li>
</ol>

<h3 id="112-perbedaan-dasar">1.1.2. Perbedaan Dasar</h3>

<p>Filsuf: Orang yang melakukan studi/pemikiran filosofis.</p>

<p>Filsafat: Ilmu atau studi tentang kebijaksanaan itu sendiri.
Secara ringkas,</p>

<p>filsuf adalah seseorang yang memanfaatkan akal budi secara maksimal untuk merenungkan makna mendalam di balik realitas fisik dan kemanusiaan.</p>

<p>filsuf atau dalam bahasa yunani kuno disebut
philosophia, yang berarti “cinta akan kebijaksanaan”</p>

<p>(philo: cinta, sophia: kebijaksanaan), atau yang lebih dikenal sebagai filsafat(aku menggunakan keduanya filsuf sebagai subjeknya filsafat sebagai objeknya dan menjadi berfilsafat.</p>

<p>Filsafat muncul untuk menggantikan mitologi/dongeng dengan pemikiran rasional dan kritis.</p>]]></content><author><name>Nicholas</name></author><category term="filsuf" /><category term="notes" /><summary type="html"><![CDATA[Bab 1 ini dimulai dengan memperkenalkan Filosofi dan makna yang terjadi di alam semesta dan universe lain dapat berlaku]]></summary></entry></feed>